Mengenal Apa Itu SEO Off Page

Sudah bukan rahasia lagi, bahwa pada prakteknya banyak orang yang melakukan segala hal untuk mengoptimasi SEO Off Page blog yang mereka miliki. Makanya kenapa ada istilah white, grey, dan black hat.

Kali ini saya ngga akan bahas teknik mana saja yang masuk ke dalam kelompok putih, abu-abu, dan hitam. Bukan kapasitas saya untuk menilai, apalagi menghakimi dengan opini yang saya buat sendiri.

Saya akan coba berbagi dari sudut pandang pribadi tentang apa itu SEO Off Page sebenarnya, dan beberapa esensi dasar yang perlu Anda ketahui sebelum melakukan kegiatan optimasi Off Page.

Jika SEO On Page adalah kegiatan optimasi yang dilakukan di dalam blog, seperti mempercepat loading blog, menerapkan internal link, optimasi gambar agar SEO friendly, maka Off Page adalah kebalikannya.

Pengertian SEO Off Page adalah hal-hal yang terjadi di luar blog Anda, yang berdampak blog Anda “di nilai populer dan bermanfaat” di mata Google. Efeknya, peringkat artikel naik, dan kunjungan bertambah.

Baca : Cara mudah menurunkan bounce rate.

Bagaimana Cara Kerjanya ?

Google melihat “nilai” sebuah website berdasarkan “jeroan” web itu sendiri / On Page, serta seberapa populer web itu di dunia maya / Off Page. Jadi menurut saya seharusnya Off Page itu terjadi secara natural, bukan di optimasi dengan sengaja oleh pemilik blog.

Contohnya Backlinko.com, blog SEO milik Brian Dean. Jumlah artikelnya ngga terlalu banyak. Tapi setiap Brian menerbitkan artikel baru, jumlah share terhadap artikel itu sangat tinggi. Pun juga jumlah link yang secara sukarela diberikan pembaca terhadap artikel tersebut.

Termasuk saya barusan, juga memberikan link back ke blog Brian Dean. Link ini akrab dikenal dengan nama backlink, dan seharusnya terjadi secara natural seperti ini. Bukan sengaja di buat atas permintaan Brian Dean.

Jadi menurut saya, sejatinya cara optimasi Off Page SEO itu ngga ada. Seharusnya semua terjadi secara natural dan sukarela. Dan semua itu bisa terjadi, hanya jika konten Anda berkualitas.

Kalau blog atau artikel yang Anda buat berkualitas, percayalah, para pembaca dengan sukarela akan memberikan link back dari blog mereka mengarah ke artikel Anda. Natural. Dan ini yang menjadi tolak ukur Google dan menganggap artikel Anda berkualitas.

Bener ngga ? Dari sini terlihat hubungannya. Sebelum Anda pusing mikirin belajar SEO Off Page, sebaiknya pastikan dulu bahwa konten Anda memang berkualitas, dan sudah di optimasi On Page dengan baik.

Cara Optimasi SEO Off Page

Seperti yang saya bilang, bahwa menurut saya seharusnya kegiatan optimasi Off Page itu ngga ada. Off Page SEO itu harusnya terjadi secara natural. Tapi ngga menutup mata, bahwa itu cukup sulit, dan lama.

Oleh karenanya, hampir semua praktisi SEO ( saya ngga bilang semua, tapi saya yakin hampir semua ) pasti melakukan serangkaian teknik optimasi Off Page untuk website yang mereka kelola.

Secara sederhana, menurut saya pribadi optimasi Off Page itu hanya terbagi jadi 2 hal utama, yakni link building dan social media marketing.

1. Link Building

Contoh backlink natural
Contoh natural backlink

Link building, membangun link, atau membuat backlink, adalah hal yang sudah dilakukan sejak dulu kala. Cara inilah yang memiliki dampak paling besar terhadap peringkat sebuah website di mesin pencari.

Lihat gambar di atas, berasal dari artikel sebuah blog yang secara sukarela memberikan backlink untuk artikel “cara setting plugin Wordfence” yang ada di blog Ngetik.id. Malah saya ngga tau, pas cek di Search Console baru tau bahwa ada backlink dari artikel tersebut.

Google sendiri masih menaruh porsi yang besar terhadap backlink sebagai penentu peringkat artikel di mesin pencari. Tapi tentunya backlink natural yang di maksud Google, bukan yang “sengaja” di buat.

Ada banyak banget aktivitas link building :

  • Guest posting.
  • Social media profile.
  • Berkomentar di web orang.
  • Membeli jasa backlink.
  • Membangun PBN.

Dan masih banyak lagi sebenarnya teknik lainnya. Secara khusus tentang hal ini akan saya bahas terpisah di artikel tentang backlink berkualitas.

2. Social Media Marketing

Contoh konten viral di media sosial
Artikel viral

Masih banyak yang memperdebatkan, apakah social signal berpengaruh terhadap reputasi web dan peringkat artikel ? Ada juga yang menyebutkan, cuma Google+ yang berpengaruh. Dan berbagai opini lainnya.

Yang jelas, bagi saya pemasaran konten melalui media sosial tetap perlu dilakukan. Dan faktanya masih banyak juga praktisi SEO yang melakukannya hingga saat ini.

Anda membuat konten yang berkualitas, membagikannya ke media sosial, banyak orang membaca dan merasa konten itu bermanfaat. Yang terjadi :

  • Konten Anda jadi viral dan di share oleh banyak orang.
  • Banyak yang mengulas konten Anda di blog mereka dan berpotensi memberikan link back karena konten Anda bermanfaat.

Masuk akal ngga 2 poin di atas ? Nah, berarti kembali lagi pada konten berkualitas kan. Kalau konten Anda ngga berkualitas, menurut saya bakalan sulit untuk menciptakan keadaan seperti 2 hal di atas.

Poin yang pertama, saat artikel Anda viral, dibagikan banyak orang, dan banyak pengunjung yang masuk berasal dari media sosial, saya percaya itu jadi sinyal positif bagi Google untuk melihat kualitas konten.

Jadi Sebaiknya Bagaimana ?

Saya mengatakan bahwa optimasi Off Page SEO seharusnya terjadi secara natural, bukan sengaja di buat. Resikonya, hal tersebut cenderung memakan waktu yang lama biasanya.

Lalu sebaiknya bagaimana ?

Saya tidak akan membahas yang benar dan salah. Silahkan Anda menilai sendiri. Yang saya bahas disini adalah tentang apa yang sebaiknya Anda lakukan, berdasarkan apa yang ingin Anda capai.

Kalau Anda merasa blogger sejati, murni ngeblog karena suka menulis dan berbagi, maka saran saya fokuslah pada konten yang berkualitas dan konsistensi. Seringkali blogger-blogger jenis ini ngga terpaku pada jumlah kunjungan. Malah mereka ngga belajar SEO.

Tapi blogger kan juga melakukan guest posting ?

Saya ngga tau pastinya, tapi sebagian real blogger yang saya tau menjadi penulis tamu bukan karena ingin mendapatkan backlink. Tapi karena ingin membangun reputasi blog / personal branding mereka.

Malah terkadang ngga ada backlink di dalam artikelnya. Backlink disematkan di bagian lain, misalnya di sidebar, atau di halaman khusus “blogroll” yang berisi daftar link blog yang pernah jadi penulis tamu.

Padahal backlink yang bagus adanya di dalam artikel kan ?

Tapi ya itu tadi yang saya bilang, bahwa seringkali mereka jadi kontributor di web lain, semata karena senang menulis, ingin membangun personal branding, atau sekedar bersilaturahmi dengan pemilik web tersebut.

Baca : Apa saja manfaat ngeblog ?

Tapi kalau Anda ngeblog untuk mencari uang, maka selain konten yang berkualitas, Anda memang memerlukan pengunjung yang masif. Semakin banyak pengunjung, semakin besar peluang terjadi konversi.

Anda bisa beriklan di Google Ads atau social media ads, atau menempuh jalur SEO dengan melakukan optimasi On Page dan Off Page. Kesemuanya memiliki tujuan yang sama, agar blog Anda mendapatkan traffic.

Penutup

Well, itulah sedikit pembahasan mengenai SEO Off Page dari sisi yang berbeda. Saya yakin Anda lebih paham teknis eksekusinya. Jadi saya hanya mencoba berbagi pandangan saya tentang esensi Off Page.

Saya juga ngga menutup mata, bahwa Google sudah semakin pintar. Algoritmanya sudah bisa belajar mana konten berkualitas dan tidak. Mana Off Page SEO yang terjadi secara natural dan buatan.

Jadi strategi apa yang Anda lakukan, kembali lagi kepada Anda. Apapun caranya, tetap kembali kepada “man behind the gun”. Sepakat ?

Yakin Ngga Mau Komen ?

Yuk diskusi cerdas. Gunakan nama asli agar komentar Anda disetujui.