Mengenal Apa Itu Domain ?

Dalam dunia website dan internet tentunya Anda sebagai blogger sudah akrab dengan kata domain. Namun secara garis besar apakah Anda sudah memahami apa pengertian domain dan juga fungsinya ?

Sederhananya, domain adalah sebuah alamat yang digunakan untuk menuju ke sebuah website. Domain mewakili sederetan kombinasi angka rumit yang umum dikenal dengan alamat IP.

Saat Anda menyimpan nomor handphone teman Anda, lebih gampang dengan memberinya sebuah nama bukan ? Nah, peranan domain juga sama. Memberikan nama untuk sebuah website agar mudah di akses.

Pengertian Domain dan Strukturnya

Setelah memahami pengertian domain, saya akan menjelaskan bagian-bagiannya. Garis besar struktur domain terbagi atas 3 bagian utama, yakni Top Level Domain, Second Level Domain, dan juga Third Level Domain.

Di bagian bawah saya juga akan menjelaskan secara detail beserta ratusan contoh masing-masing dari 3 struktur domain tersebut.

1. Top Level Domain ( TLD )

Huruf yang berada di belakang titik disebut juga sebagai Top Level Domain. Seperti blog Ngetik.id maka TLD nya adalah .id. Menurut data survey dari w3techs.com TLD yang paling banyak dipakai di dunia adalah .com.

Berdasarkan penggunaannya maka jenis TLD masih masih di bagi lagi menjadi 3 bagian, yaitu Country Code Top Level Domain ( ccTLD ) dan Global Top Level Domain ( gTLD ).

1.1. Country Code TLD

Country Code Top Level Domain merupakan ekstensi khusus yang digunakan oleh website di setiap negara. Misalnya ekstensi ccTLD untuk Indonesia adalah .id. Maka hampir mustahil jika ada website berekstensi .id namun bahasa kontennya Mandarin ( misalnya ).

Total keseluruhan daftar ekstensi domain Country Code TLD ada sekitar 248 ekstensi untuk negara-negara di seluruh dunia.

1.2. Global TLD

Kalau ccTLD khusus digunakan untuk identitas website di sebuah negara, maka Global Top Level Domain ( gTLD ) adalah ekstensi umum yang bisa digunakan di manapun di seluruh dunia. Beberapa contoh gTLD yang umum digunakan antara lain :

  • .Com : Untuk web komersial.
  • .Co : Untuk web korporasi.
  • .Net : Untuk web teknlogi jariangan.
  • .Org : Untuk web organisasi nirlaba.
  • .Info : Untuk web informasi.
  • .Biz : Untuk website bisnis.
  • .Pro : Untuk web profesi tertentu.
  • .Jobs : Untuk web SDM.
  • .Travel : Untuk web pariwisata.
  • .Name : Untuk web pribadi.
  • .Museum : Untuk web museum.
  • .Coop : Untuk web koperasi.
  • .Int : Untuk web Internasional.
  • .Tv : Untuk web stasiun TV.
  • .Aero : Untuk web maskapai.

Selain itu, ada gTLD yang khusus digunakan hanya di Amerika Serikat. Jadi kalau Anda melihat website dengan ekstensi domain di bawah ini, sudah pasti asalnya dari Amerika.

  • .Mil : Untuk website militer.
  • .Edu : Untuk website pendidikan.
  • .Gov : Untuk website pemerintahan.

Kecuali untuk ekstensi .edu sekarang sudah banyak juga digunakan oleh website-website edukasi di negara lain, termasuk Indonesia.

Sedangkan di bawah ini beberapa contoh Global TLD yang khusus digunakan di negara Indonesia saja, diantaranya adalah :

  • .Co.id : Web lembaga komersial / perusahaan.
  • .Go.id : Web organisasi pemerintahan.
  • .Ac.id : Web lembaga akademis ( kampus, akademi ).
  • .Sch.id : Web lembaga sekolah.
  • .Mil.id : Web lembaga militer.
  • .Or.id : Web organisasi nirlaba.
  • .Web.id : Web badan informal / pribadi.
  • .My.id : Web badan informal / pribadi.
  • .Net.id : Web organisasi / ranah umum.
  • .War.net.id : Web untuk warnet.
  • .Desa.id : Web lembaga desa.
  • .Ponpes.id : Web pondok pesantren.

1.3. Infrastructure TLD

Domain dengan ekstensi ini masih cukup asing, dan diperuntukkan untuk website proyek infrastruktur tertentu saja. Ekstensinya pun hanya ada 2 yakni .Arpa dan .Root.

2. Second Level Domain

Kalau Top Level Domain adalah akhiran / ekstensi dari sebuah domain, maka Second Level Domain adalah nama domain itu sendiri. Misalnya Rayadventure.com maka Rayadventure adalah Second Level Domain. Cukup bisa dipahami ya ?

3. Third Level Domain

Struktur domain yang terakhir ini kerap Anda dengar dengan sebutan sub domain, yakni huruf / kata yang berada di deretan terdepan sebuah domain. Misalkan blog.ngetik.id maka blog adalah sub domainnya.

Kalau untuk mendapatkan domain Anda harus melakukan pembelian, maka sub domain tidak perlu. Anda hanya tinggal menambahkannya saja pada domain yang sudah ada. Caranya bisa melalui cPanel, setelah login Anda ketik saja “sub domain” di kotak pencarian.

Fitur subdomain di cPanel
Mencari fitur sub domain

Jika sudah ketemu, Anda tinggal mendaftarkan sub domain baru sesuai kebutuhan seperti gambar di bawah ini :

Cara menambahkan sub domain
Cara menambahkan sub domain

Umumnya sub domain digunakan untuk jenis konten yang berbeda namun masih dalam satu web. Misalnya Anda punya toko online, dan Anda ingin menulis artikel-artikel untuk mengedukasi pengunjung. Anda bisa menggunakan sub domain untuk membuat sebuah blog.

Badan Pengelola Domain

Semua nama domain beserta pendataannya dikelola oleh sejumlah lembaga otoritas yang berwenang, baik secara Internasional maupun badan serupa yang dibentuk di masing-masing negara, termasuk Indonesia.

1. Global : ICANN

ICANN ( Internet Corporation for Assigned Names and Numbers ) adalah organisasi nirlaba yang berdiri sejak September 1998 dan memiliki kewenangan penuh atas koordinasi, pemeliharaan dan prosedur terkait nama domain di internet.

Sebagian tugas ICANN antara lain menangani sistem nama domain ( DNS ), dan pengenalan jika ada Top Level Domain yang baru di rilis.

2. Indonesia : PANDI

Jika secara Internasional ICANN yang berperan penuh, maka di Indonesia ada PANDI ( Pengelola Nama Domain Internet Indonesia ) yang berwenang mengatur pengelolaan TLD berekstensi .id.

Berdiri pada bulan Desember 20016 PANDI ditunjuk pemerintah Indonesia untuk mengelola semua domain berekstensi .id dan 2 tingkat di bawahnya ( misalnya : .co.id ) secara profesional dan akuntabel.

3. Domain Registrar

Baik ICANN maupun PANDI tidak menjual sendiri domainnya. Mereka menunjuk partner resmi yang umum dikenal dengan nama Domain Registrar, seperti Namecheap, GoDaddy, Domainesia, dan Qwords.

Anda bisa memeriksa daftar partner resmi PANDI di halaman ini dan partner resmi ICANN di halaman ini. Kalau Domain Registrar tempat Anda membeli domain ngga ada di dalam daftar tersebut ngga usah khawatir. Bisa jadi mereka mendaftar dengan nama yang berbeda.

Istilah Lain Tentang Domain

Sampai disini sebenarnya penjelasan lengkap tentang pengertian domain beserta struktur dan contoh-contohnya sudah selesai. Namun saya rasa Anda perlu tau juga istilah-istilah lain yang mungkin pernah Anda dengar, seperti Addon domain dan Parked domain.

1. Addon Domain

Addon domain adalah nama domain baru yang ditambahkan ke dalam hosting Anda setelah Anda memiliki domain utama. Fungsi dan peranan Addon domain sama dengan domain utama.

Hanya saja saat Anda melakukan instalasi web pada Addon domain, maka seluruh file akan berada pada sub direktori di dalam folder utama public_html tempat domain utama berada.

Baik domain utama dan Addon domain bisa menjadi sebuah website mandiri, tidak saling terkait satu sama lain, bahkan pengunjung pun ngga bisa tau yang mana Addon domain yang mana domain utama.

2. Parked Domain

Selain pengertian domain, Anda sudah pernah mendengar ini ? Parked domain adalah sebuah domain lain ( milik Anda juga ) yang jika dibuka maka isinya akan sama persis dengan website utama.

Contohnya saya punya blog utama di Ngetik.id. Kemudian saya membuat parked domain Ngetik.net. Nanti saat Anda mengakses alamat Ngetik.net maka isinya akan sama saja dengan blog utama saya.

Beda dengan redirect lho ya. Kalau redirect cara kerjanya adalah mengalihkan. Misalnya blog utama saya ada di Ngetik.id. Lalu saya membeli domain Ngetik.net dan melakukan pengaturan redirect.

Jadi domain Ngetik.net tidak di install web, isinya kosong. Namun saat Anda mengaksesnya, maka secara otomatis akan dialihkan ke blog utama saya di Ngetik.id. Cukup bisa dipahami ya ?

Tips Memilih Nama Domain

Setelah banyak membahas tentang pengertian domain beserta informasi penting lainnya terkait domain, di bawah ini saya berikan 8 tips singkat saat Anda memilih nama domain.

1. Unik / Brandable

Domain adalah alamat blog Anda. Jadi buat nama yang unik & brandable. Sebut saja Facebook, Google, Dell, Zalora, Elzatta, semua nama tersebut ngga ada artinya, tapi cukup unik sehingga bagus digunakan sebagai nama domain sekaligus nama brand.

Terkait nama, Anda bisa mencari inspirasi nama domain di web Lean Domain Search, dan memeriksa ketersediannya di web Domainr. Saya menggunakan 2 tools tersebut selama ini.

2. Pendek dan Mudah Diketik

Selain unik, pastikan juga pendek dan mudah diketik ya. Karena percuma kalau nama brand Anda pendek, unik, tapi sulit diketik. Contohnya IFTTT, saya sering banget salah ketik jadi IFFTT, kadang IFFFT, kadang IFTT. Menurut Anda gimana kira-kira ?

3. Riset Kompetitor

Sebelum memutuskan membeli domain, pastikan riset nama-nama domain dan brand kompetitor ya. Jangan sampai nanti namanya malah mirip hanya beda 1-2 huruf saja. Ya ngga apa-apa sih, tapi kan aneh aja. Pasti banyak yang berpikir kalau Anda meniru brand lain yang sudah lebih dulu ada.

4. Hindari Angka dan Tanda Baca

Ngga wajib, tapi sebisa mungkin dihindari saja lah, biar domain Anda tetap terlihat keren. Bayangkan kalau nama domainnya jadi Facebook90.com atau Google02.com ? Atau Goo-gle.com mungkin ? Jadi terlihat aneh, sekaligus memperbesar peluang salah ketik.

5. Gunakan Ekstensi Yang Tepat

Pastikan menggunakan ekstensi yang tepat. Saran saya utamakan .Com, .Net, dan .Id saja. Jika nama domain pada ketiga ekstensi tersebut sudah ada pemiliknya, baru melirik ekstensi yang lain. Atau ganti nama sekalian.

6. Hindari Trademark

Saya pernah mendengar kasus nama domain personal blog ada kata “sony” karena memang nama beliau Sony, ternyata menjadi masalah yang cukup besar. Pemilik brand elektronik raksasa, Sony, merasa blog tersebut melanggar hak cipta penggunaan nama.

Jadi usahakan menghindari nama-nama yang sudah terkenal ya, daripada jadi masalah hanya karena domain seharga 150 ribuan. Kan sepele banget.

7. Beli dari Registrar Terpercaya

Di bagian atas saya sudah menyertakan eksternal link daftar penjual domain yang terdaftar resmi di ICANN dan juga PANDI. Anda bisa menggunakan referensi tersebut saat membeli domain.

Takutnya kalau beli di tempat yang kurang jelas, ketika nanti ada masalah dengan domain, atau ingin migrasi, atau keperluan lain, Anda kesulitan menghubungi Domain Registrar tersebut.

8. Gunakan Kata Kunci

Tips yang terakhir ini mungkin sudah mulai ditinggalkan. Nama domain yang mengandung keyword / KOD / Keyword on Domain sempat marak beberapa tahun lalu oleh para pemiliki web, karena lebih mudah di optimasi SEO nya.

Pengertian domain KOD misalnya bajumuslimbandung.com, atau sofamurah.net, dan domain lainnya yang mengandung kata kunci. Kalau Anda masih ingin menggunakannya, ngga masalah kok, boleh-boleh aja.

Cuma kendalanya adalah tidak bebas menjual produk. Misalnya Anda membeli domain jaketmurah.com, kalau di suatu saat Anda menjual produk lain selain jaket di web tersebut, misalnya obat herbal, jadinya akan terlihat aneh dan kurang profesional di mata pengunjung.

Baca : Tips riset keyword dengan tool gratis.

Penutup

Demikian penjelasan singkat saya tentang pengertian domain, struktur domain, badan pengelolanya, tips memilih nama domain, beserta informasi penting lainnya terkait dengan domain.

Pastikan Anda membeli domain dengan nama terbaik dan sesuai keinginan. Karena domain yang sudah terbeli ngga bisa diganti atau di edit, kecuali Anda membeli domain baru lagi.

Selamat berburu domain.

Review Artikel Ini

Kualitas isi & gaya bahasa artikel :

Isi Form Feedback

Berikan alasan Anda memberikan review rendah

Yakin Ngga Mau Diskusi ?