Pengertian & Jenis Hosting

Selain domain, hosting adalah salah satu kelengkapan yang wajib dimengerti saat membuat sebuah blog. Jadi sudah seharusnya Anda juga memahami pengertian hosting, jenis-jenisnya, dan juga cara kerjanya.

Secara garis besar, web hosting adalah sebuah layanan internet yang menyediakan “lapak” berupa server yang disewakan kepada pengguna, untuk menyimpan data-data sebuah website atau aplikasi. Dengan begitu, sebuah web bisa di akses pengunjung di internet.

Hosting terdiri dari gabungan server-server, atau sebuah server yang terhubung dengan jaringan internet berkecepatan sangat tinggi.

Kalau Anda sudah membaca artikel yang saya tulis tentang pengertian domain, maka jika diibaratkan sebuah website, domain adalah alamat rumah, dan hosting adalah rumahnya. Isi dari rumah tersebut sama dengan file-file di dalam website.

Jadi sederhananya, tugas web hosting adalah menyimpan file-file blog Anda, sekaligus menampilkannya ketika ada pengunjung yang mengakses alamat blog / domain Anda.

Pengertian Hosting dan Jenisnya

Sudah cukup terbayang ya pengertian web hosting itu apa ? Anda ngga perlu memikirkan terlalu kompleks teknologi di dalamnya. Yang perlu Anda pahami adalah pengertiannya, fungsinya, dan juga jenis-jenisnya yang akan saya jelaskan di bawah ini.

1. Shared Hosting

Shared hosting adalah jenis hosting yang paling umum dikenal dan paling banyak digunakan. Faktor utamanya adalah karena harganya yang sangat terjangkau, cocok untuk pemula yang baru mulai ngeblog, ataupun untuk blog baru yang belum memiliki banyak traffic.

Berdasarkan konsep penggunaannya, shared hosting adalah bagian server yang diisi oleh banyak website sekaligus. Masing-masing web di pisah dengan account yang berbeda username dan password nya.

Makanya kalau Anda baru menyewa shared hosting, yang pertama Anda dapatkan adalah username & password untuk mengakses cPanel hosting bukan ?

2. Cloud Hosting

Berdasarkan penggunaannya, Cloud Hosting adalah layanan yang terhubung / menggunakan sekelompok server dengan file dan resource yang di replikasi sehingga minim downtime karena saling backup.

Jadi Anda ngga perlu khawatir kinerja server ngga stabil, atau bahkan down. Karena Cloud Hosting terintegrasi dengan banyak server, jadi kalau ada satu server down, ada backup dari jaringan server yang lain.

Untuk pemula jenis hosting ini kian populer saat ini. Selain karena kinerjanya yang lebih baik dibanding shared hosting, harganya juga ngga terpaut terlalu jauh kok dibanding shared hosting.

3. WordPress Hosting

Ini adalah bentuk lain dari shared hosting sebenarnya, namun sudah di optimasi khusus untuk web WordPress, seperti instalasi WordPress yang otomatis saat Anda menyewa hosting ( Anda langsung dapat username & password untuk login ke dashboard WordPress ).

Selain itu ada beberapa penyedia layanan hosting yang menambahkan beberapa fitur tambahan seputar keamanan dan kecepatan pada paket WordPress hosting dibanding shared hosting biasa.

4. VPS ( Virtual Private Server )

Beranjak satu level lebih tinggi, Anda akan bertemu dengan VPS ( Virtual Private Server ). Sederhananya, VPS adalah proses virtualisasi dari sebuah server fisik yang di bagi menjadi beberapa server virtual.

Kalau shared hosting adalah satu ruang di server yang dihuni oleh banyak blog tanpa ada sekat, sedangkan jika Anda menyewa VPS artinya Anda memiliki sekat server pribadi ( meskipun ngga benar-benar pribadi karena Anda tidak menempati server fisik sendirian. Kan satu server fisik terdiri dari banyak server virtual ).

Kalau di shared hosting, jika ada user yang menggunakan resource / bandwidth cukup besar, maka user lain yang ada dalam shared hosting tersebut akan kena dampaknya, biasanya blog Anda jadi lemot saat di akses, bahkan down.

Kalau di virtual server membebaskan Anda melakukan instalasi sistem operasi sendiri, menambahkan beberapa layanan pendukung, yang tidak bisa dilakukan jika menggunakan shared hosting.

Dan sudah banyak juga layanan penyedia VPS yang membebaskan Anda mengatur spesifikasi VPS yang dibutuhkan. Anda bisa menentukan berapa besar RAM, storage, dan lainnya. Nanti tinggal disesuaikan dengan biaya bulanan yang dibebankan.

5. Dedicated Server

Kalau VPS adalah sebuah virtual server yang semi pribadi ( karena tidak murni menempati satu server fisik ) maka berdasarkan cara kerjanya, Dedicated server adalah sebuah server fisik yang sepenuhnya bisa Anda manfaatkan, tanpa bercampur dengan user lain. Ruang pribadi.

Biasanya pengguna Dedicated server adalah pemilik aplikasi / website dengan traffic super besar, atau untuk digunakan jualan hosting lagi. Kan satu Dedicated server bisa dipecah-pecah lagi menjadi shared hosting dan juga server virtual ( VPS ).

6. Colocation Server

Colocation server adalah sebuah layanan penyewaan tempat untuk meletakkan server milik Anda sendiri. Tempat ini memiliki standar keamanan fisik dan infrastruktur yang tinggi, karena fungsinya sebagai pusat data / data center yang krusial.

Colocation server memiliki kelengkapan arus listrik yang stabil, pengaturan suhu udara dalam ruangan, akses internet yang sangat cepat dan stabil, generator listrik cadangan, kamera pengawas, staf keamanan, dan standar keamanan lainnya.

Cara Kerja Web Hosting

Pengertian hosting pada dasarnya semua akan bermuara pada sebuah web server. Penjelasan sederhananya, server sama saja dengan komputer biasa yang Anda gunakan sehari-hari.

Hanya saja server memiliki spesifikasi yang lebih tinggi, performa yang lebih tangguh, dan biasanya juga ukuran fisiknya lebih besar dibanding komputer pengguna biasa.

Cara kerjanya adalah, saat user mengetik alamat web di browser, maka browser akan mengirimkan permintaan kepada web server ( HTTP request ). Jika file yang diminta tersedia, maka server akan mengirimkan ke browser pengguna ( HTTP response ). Saat data sudah di terima browser, baru ditampilkan kepada user dalam bentuk visual / tampilan web yang dituju.

Tips Memilih Hosting

Sampai sini, apakah Anda sudah cukup jelas memahami pengertian hosting dan beberapa jenisnya ? Di bagian akhir saya akan berbagi sedikit tips yang bisa Anda terapkan sebelum menyewa sebuah hosting.

1. Disk Space

Parameter pertama yang perlu Anda perhatikan adalah kapasitas penyimpanan paket hosting. Untuk tahap awal, kapasitas 500 Mb – 1 Gb sudah cukup untuk sebuah blog normal.

Jadi saat membeli hosting pastikan Anda tau berapa kapasitas penyimpanan yang didapatkan oleh paket hosting tersebut.

Dan pastikan layanan hosting tersebut sudah menggunakan SSD ( Solid State Drive ) bukan HDD biasa. Kecepatan SSD jauh lebih cepat, sehingga akan berpengaruh pada kecepatan load blog Anda.

Bahkan beberapa penyedia layanan hosting sudah menggunakan SSD dengan teknologi NVMe ( Non-Volatile Memory Express ), yang di klaim lebih tangguh daripada SSD.

2. Jatah Bandwidth

Bandwidth adalah perhitungan lalu lintas data blog Anda. Biasanya hitungannya diakumulasi per bulan. Semisal salah satu halaman di blog Anda ukurannya 1 Mb dan di akses 1.000 kali, artinya Anda sudah menghabiskan bandwidth 1.000 Mb atau 1 Gb.

Perhatikan batas bandwidth yang diberikan oleh penyedia layanan. Untuk shared hosting sih hampir semuanya ditulis unlimited, atau unmetered. Namun ngga ada salahnya Anda menanyakan hal ini.

3. Harga Paket

Logikanya semakin tinggi spesifikasi server hosting yang Anda butuhkan, sudah dipastikan harganya pun akan lebih mahal. Jadi ngga ada patokan baku berapa harga ideal untuk paket hosting dengan spesifikasi A misalnya.

Solusi terbaik adalah membandingkannya antara paket dari penyedia layanan yang satu dengan lainnya. Mana yang harganya paling cocok dengan Anda, maka itulah yang sebaiknya Anda pilih.

4. Layanan Support

Idealnya support yang diberikan dari sebuah layanan penyedia hosting profesional adalah 24 jam, mengingat Anda ngga akan pernah tau kapan hosting Anda bermasalah.

Jadi saat pertama kali mengunjungi penyedia layanan, Anda bisa coba tes bertanya melalui fitur kontak / live chat yang tersedia. Cobalah bertanya beberapa fitur terkait kebutuhan Anda.

Kalau dari awal layanannya lambat, perlu diberi perhatian khusus tuh. Lebih baik membandingkannya dengan penyedia layanan yang lain, dan temukan yang paling nyaman untuk Anda.

5. Lokasi Server

Sesuaikan lokasi server dengan lokasi calon pengunjung blog Anda. Semisal blog Anda berbahasa Indonesia, ya cari hosting dengan server Indonesia, atau Singapura juga boleh.

Semakin jauh posisi server dengan lokasi pengunjung, akan menciptakan delay. Meskipun cuma nol koma nol sekian detik, tetap saja ada pengaruhnya. Apalagi jika pengunjung blog Anda sudah banyak.

6. Garansi Uang kembali

Penyedia layanan hosting yang yakin dengan performa jasa yang mereka tawarkan, umumnya memberikan fasilitas tambahan berupa garansi uang kembali dalam 30 hari semisal Anda tidak puas.

Tapi bukan berarti yang ngga memberikan garansi artinya layanan mereka ngga bagus. Bukan begitu ya. Hanya saja yang mampu dan berani memberikan garansi, biasanya mendapat nilai lebih baik dan kepercayaan di mata pelanggan.

7. Review Pengguna Lain

Ulasan yang diberikan pengguna lain di dunia maya ( media sosial, forum, web ) adalah salah satu hal penting yang perlu Anda cek sebelum melakukan pembelian layanan hosting.

Umumnya ulasan pengguna memberikan gambaran nyata ( tidak manipulatif ) tentang seperti apa kualitas jasa penyedia layanan hosting tersebut.

Dengan mengetahui apa itu pengertian hosting, cara kerja dan jenis-jenisnya, serta beberapa tips, diharapkan bisa meminimalisir kesalahan saat membeli hosting untuk blog kesayangan Anda.

Kalau menurut Anda, dimanakah penyedia layanan hosting terbaik saat ini yang Anda tau ? Sebutkan di kolom komentar ya, beserta alasannya juga. Siapa tau bisa bermanfaat pagi pembaca lainnya.

Silahkan Berkomentar . . .